Monday, October 01, 2007

Inilah dia si ADA AGUSTA..

Inilah kisah singkat di Ada Agusta. Penemu bahasa pemrograman pertama kali, yang namanya tak pinjam untuk nama tengah anak saya.... Alvin Agusta Wahyono..

Ada Agusta sih nama Indonesianya... :-) Tapi kalau nama baratnya adalah AUGUSTA ADA LOVELACE (1815-1852). Lahir di london, 10 Desember 1815. Ayahnya bernama Lord George Gordon Byron, seorang penyair inggris yang terkenal dan ibunya bernama Anne Isabelle Milbanke. Saat berumur 18 tahun (tahun 1833), Ada mengunjungi Mechanics Institute untuk mendengarkan materi kuliah yang disampai kan oleh Dr. Dionysius Lardner mengenai "difference engine", sebuah mechanical calculating machine yang dibuat oleh Charles Babbage. Ketika mendengarkan penjelasan Dr. Dionysius Lardner mengenai mesin tersebut Ada langsung tertarik untuk mempelajarinya lebih mendalam.
Pada 5 juni 1833, ada bertemu dan berkenalan dengan Charles Babbage di sebuah pesta. Dan sejak saat itulah Ada Lovelace dan Charles Babbage menjadi sahabat baik. Ada sering membantu Babbage membuatkan program untuk diaplikasikan kepada mesin analisis ciptaan Babbage itu. Tahun 1834, dia bertemu dengan Mary FairFax Somerville, seorang matematikawan asal skotlandia. Mary Somerville adalah orang yang memberi sejumlah buku matematika kepada Ada, memberinya bimbingan tentang study matematikanya dan membuatkannya soal-soal untuk dipecahkan. Mary Somerville juga memperkenalkan Ada kepada beberapa matematikawan, salah satunya adalah Lord William King, seorang pria yang akan menjadi suami Ada. J
uli 1835, Ada menikah dengan Lord William King, Earl of Lovelace. pada saat itu Ada berusia 19 tahun dan Lord William King berusia 30 tahun. mereka mempunyai tiga orang anak yang bernama Byron (lahir tahun 1836), Anne Isabella (lahir tahun 1837) dan Ralph Gordon (lahir tahun 1839). sejak dini anak-anaknya diajari untuk mencintai matematika.

Pada tahun 1842, Babbage pergi ke Turin, Itali untuk memberikan ceramah rutinnya mengenai mesin analisis yang ia buat. Salah satu dari yang hadir mendengarkan ceramahnya adalah Luigi Menabrea, seorang matematikawan asal Italia dan seorang duta besar bagi negara perancis. Di tahun yang sama (1842), Ada mencoba menerjemahkan isi ceramah Babbage ke dalam bahasa inggris dan Ada menambahkan beberapa catatan tambahan yang menjelaskan tentang fungsi mesin analisis buatan Babbage itu. Dengan menggunakan mesin Babbage itu, ada mencoba mengembangkan sebuah program yang dapat menghitung bilangan Bernoulli. Bukan hanya itu, Ada Lovelace juga menyarankan agar kartu-kartu berlubang dibuat dan dipergunakan untuk mengoperasikan mesin hitung buatan Babbage itu sehingga dapat mengulang pengoperasian tertentu.

Oleh karenanya, Augusta Ada Lovelace dinyatakan sebagai the first woman "computer programmer" dan terkenal karena membantu Charles Babbage menangani "the Analytical Engine". Pada saat itu Ada sudah memperkirakan bahwa di masa depan mesin ini dapat memproduksi grafik dan musik yang dibangkitkan oleh komputer.

Alvin Agusta Wahyono, My Junior

Tak terasa, hari ini sudah 45 hari anakku melihat dunia ini... Alvin Agusta Wahyono. Kata sebuah kamus sih "Alvin" itu artinya "Sahabat segala bangsa".. Paling tidak itu yang aku inginkan dari anakku nantinya. Bisa bersahabat dengan siapapun... (kayak bapaknya, hehehe....). "Agusta" artinya "yang terlahir di bulan Agustus". Maunya sih isteriku tak suruh nglairin pas 17 Agustus, eeh.. kok malah mundur satu hari sesudahnya... Agusta juga adalah nama fam dari "Ada Agusta" sang penemu bahasa pemrograman komputer yang pertama yaitu bahasa ADA. Ya.. itung-itung berharap biar anakku nanti bisa membuat sesuatu yang besar dan berguna bagi orang lain. Yang terakhir "Wahyono"... Meski nama itu terkesan katrok dan 'ndesa', tapi itu adalah nama kebesaran bapaknya... Jadi harus di bawa kemanapun dia pergi, sebagai penerus keturunan trah "Wahyono" :-)

Anakku lahir di dibantu tangan seorang Bidan.. Temen-temen sih pada bilang.. "Gile lu, masa Bidan?? Kagak ada dokter spesialis kandungan apa??" Tapi aku bilang.. anakku lahir bukan ditangan dokter siapapun... Tapi di tangan yang lebih besar dan lebih perkasa, yaitu Tangan Tuhan. Betapa tidak? Jam 8.00 masuk ke poliklinik, jam 8.30 udah keluar tuh oroknya.... Aduh cepat sekali... Tuhan memang ajaib. Begitu mudah istriku melahirkan, meski oroknya terbilang besar (3.7 kg). Thanks God, you are my Great Savior...

Untukmu Alvin, jadilah alvin yang sebenarnya....

Wah.. disuruh khotbah ?

Suatu hari, Mas Tri dari campus Ministry datang ke saya sambil membawa sepucuk surat. Dalam surat itu, saya diminta ngisi khotbah Senin di balaiurung UKSW. Wah... tersentak juga aku mendengarnya. Apalagi melihat tema yang diberikan Campus Ministry adalah "datanglah kerajaanMu", yang menurut saya “rohani banget”. Sebenarnya sih minder juga. Apalagi UKSW adalah gudangnya para pakar di bidang kerohanian. Tetapi mengingat ini adalah perintah Campus Ministry yang notabene “empunya kerajaan Allah” di Universitas ini, saya tidak kuasa menolaknya. Dan berikut adalah kutipan artikel renungan saya....

Berbicara tentang Kerajaan Allah, bahwa Kerajaan Allah adalah berita utama dari Alkitab. Tahukah Anda bahwa kata-kata Kerajaan Allah atau Kerajaan Sorga disebutkan sebanyak 37 kali pada 28 Bab Injil Matius, 14 kali pada 16 Bab Injil Markus, dan 32 pada 24 Bab Injil Lukas. Itu artinya bahwa sentral dari pemberitaan di dalam Perjanjian baru adalah tentang Kerajaan Allah.

Alkitab menjelaskan bahwa Kerajaan Allah dapat bersifat keakanan tetapi sekaligus juga bersifat kekinian.
Aspek keakanan dari Kerajaan Allah dapat dilihat pada khotbah Yesus tentang akhir zaman (
Mat. 24-25). Pada ayat-ayat tersebut Yesus mendeskripsikan peristiwa-peristiwa yang akan terjadi di masa yang akan datang, dan puncaknya adalah kedatangan Anak Manusia dalam kemuliaan untuk memerintah sebagai raja.
Aspek kekinian Kerajaan Allah dapat dilihat dari perspektif bahwa Kerajaan Allah tersebut sudah datang melalui pelayanan Yesus Kristus.
Mat. 12:28 mencatat bahwa Yesus menyatakan, "Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah itu sudah datang". Sedangkan pada bagian lain yaitu Lukas 17:20-21 menyatakan bahwa "Kerajaan Allah ada di antara kamu." Dari aspek kekinian tersebut, dapat dipahami bahwa Kerajaan Allah adalah suatu konsepsi sosial untuk kehidupan sekarang ini. Kerajaan Allah adalah suatu realita yang dapat dibangun di dunia ini, yang mewarnai seluruh aspek kemanusiaan yang tertata menurut hukum-hukum ilahi.

Walter Rauschenbusch dalam tulisannya tentang The Kingdom of God Doctrine menyatakan bahwa iman kristen harus mampu menjawab tantangan perkembangan zaman. Walter Rauschenbusch adalah seorang pendeta di Second Baptist Church New York. Beliau pernah melayani di daerah yang disebut "Hell's Kitchen". Di daerah tersebut Pendeta Walter melihat betapa kerasnya kehidupan saat itu. Ia menyaksikan eksploitasi tenaga kerja oleh industri-industri raksasa, penindasan kepada kaum miskin dan lemah, dan perlakuan diskriminatif dari pihak penguasa kepada orang-orang yang menderita. Sementara di sisi lain, ia melihat gereja tidak melakukan tindakan apapun. Sikap pasif dari gereja itu dimengerti oleh Pendeta Walter sebagai tanda dari kegagalan teologi di dalam menjawab tantangan zaman. Akhirnya jeritan hati sang Pendeta tersebut dituangkan dalam tulisan-tulisannya, bahwa komunitas Kerajaan Allah (komunitas orang-orang yang taat kepada hukum Allah) harus mampu menciptakan suatu tatanan kehidupan yang baik dan teratur bagi lingkungannya sesuai dengan aturan-aturan Allah.

Setiap orang beriman harus mampu mengejawantahkan imannya dalam perilaku sehari-hari. Sehingga, komunitas masyarakat akan segera berkembang ke arah yang jauh lebih baik. Suatu komunitas masyarakat yang baik, hidup dalam kedamaian dan persaudaraan, itulah Kerajaan Allah dalam perspektif kekinian. Kerajaan Allah dalam perspektif kekinian, tidaklah dibatasi oleh gereja dan segala aktivitasnya. Kerajaan Allah dapat bekerja melalui keluarga, pemerintah, institusi sosial serta institusi-institusi pendidikan seperti UKSW.

Lalu bagaimana dengan UKSW ?

UKSW, sebagai sebuah lembaga Kristiani, yang notabene sebagai lembaga yang dimiliki oleh para pengikut Kristus, yang berarti juga lembaga yang dimiliki oleh anggota kerajaan Allah, harus mampu menjawab tantangan untuk mewujudkan realitas kerajaan Allah bagi lingkungannya.

Melalui unit-unit yang dimilikinya, seperti Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Lembaga Bantuan Hukum, Poliklinik atau lembaga-lembaga lain yang berhubungan dengan masyarakat harus mampu menghasilkan sesuatu yang berguna dan memiliki manfaat yang riil bagi masyarakat. (Kita sudah memiliki poliklinik, yang nantinya kita rancang untuk menjadi sebuah Rumah Sakit. Mudah-mudahan ke depan lembaga-lembaga yang melayani masyarakat ini tidak libur, meski kuliah sedang libur....).

Kita sebagai anggota Kerajaan Allah yang seharusnya sudah mengenal Kebenaran, semestinya dapat menyuarakan kebenaran itu. Kita yang mengaku mempunyai iman yang lurus, semestinya juga dapat meluruskan semua kebengkokan yang terjadi dalam masyarakat. (Dilingkup Salatiga, saya menyampakaian apresiasi kepada beberapa rekan warga UKSW yang telah memperjuangkan hak-hak rakyat kecil tertutama menyangkut kenaikan tarif PDAM).
Di tengah-tengah gejolak yang terjadi di Indonesia, dimana korupsi, kolusi, kekerasan sampai pada bencana dan kelaparan yang menjadi bagian dari kehidupan bangsa ini, di mana kita berada. Apa yang kita telah lakukan, sebagai kumpulan orang-orang yang mengaku sebagai anggota Kerajaan Allah.


Jangan sampai kita terlalu egois yang terwujud dalam sikap mementingkan keselamatan diri sendiri, tanpa mempedulikan orang lain. Mudah-mudahan kita tidak hanya mengatakan "Yang penting kita baik-baik saja, tidak usah berbicara hal-hal yang beresiko. Itu berbahaya!".
Mudah-mudahan kita berani menyuarakan kebenaran illahi, sehingga dapat mewujudkan komunitas kita sebagai komunitas yang teratur, hidup dalam kedamaian dan persaudaraan, hidup menurut aturan-aturan Allah, sehingga kita layak disebut sebagai Komunitas Anggota Kerajaan Allah.

Amien.