Tuesday, January 05, 2010

Etika Komputer : Cetak Ulang Ketiga

Dua hari yang lalu saya menerima satu paket dari Penerbit Andi melalui TIKI. Isinya ternyata adalah pemberitahuan Cetak Ulang ke tiga dari buku saya "Etika Komputer : Tanggung Jawab Profesional di Bidang Teknologi Informasi". Pada awalnya saya cukup heran karena ternyata Cover dari buku tersebut berubah dari cetakan sebelumnya. Dan setelah saya teliti ternyata pada halaman dalam buku tersebut tertulis Edisi 2 Cetakan 1. Meski saya agak kaget karena tidak diberitahu sebelumnya bahwa buku saya tersebut akan dicetak dengan status "Edisi 2", tetapi bagaimanapun saya mengucap bersyukur dan dan tentunya berterima kasih kepada Penerbit Andi akan hal itu. Karena dengan adanya Cetak Ulang sampai 3 kali tersebut, tentunya mengindikasikan bahwa buku tersebut sedikit banyak dapat diterima oleh sebagian masyarakat (baca : terbeli oleh sebagian masyarakat.. meski gak tahu apakah terbaca atau tidak.. apalagi terpahami.. hehe..:-). Sebagai informasi, buku ini awalnya saya tulis pada tahun 2005, dengan penerbitan perdana awal tahun 2006.

Sedikit Review

Kompleksnya permasalahan dalam pemanfaatan teknologi komputer tersebut, mendorong munculnya bidang baru yang dikenal dengan nama “Etika Komputer”. Etika komputer merupakan bidang ilmu yang mengidentifikasi dan meneliti dampak pemakaian komputer dan teknologi informasi terhadap nilai-nilai manusiawi seperti kesehatan, kebebasan, demokrasi, pengetahuan, keamanan, pemenuhan diri, dan sebagainya. Etika komputer juga mencakup professional responsibility bagi para pelaku teknologi tersebut. Termasuk di dalamnya etika profesi yang mencakup kewajiban pelaku profesi di bidang Teknologi Informasi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sesama pelaku profesi, lingkungan, masyarakat dan bahkan kewajibannya terhadap sesama umat manusia.

Buku Etika Komputer dan Tanggung Jawab Profesional di Bidang Teknologi Informasi ini mencoba membahas etika komputer secara lengkap, mulai dari tinjauan umum etika, etika komputer sampai pada etika profesi di bidang Teknologi Informasi. Pembahasan juga mencakup fenomena-fenomena munculnya berbagai permasalahan sebagai akibat pengintegrasian Teknologi Informasi dalam kehidupan umat manusia. Permasalahan tersebut seperti cybercrime, computercrime, cyber ethics, berbagai pelanggaran Hak Atas Kekayaan Intelektual dan lain sebagainya..

Tuesday, August 04, 2009

Mbah Surip dan Isteriku

My Notes for this week (in August 09)

Beberapa hari yang lalu saya sempet sedikit "otot-ototan" sama isteri.. Gara-garanya seperti biasa. Isteri sedikit tegangan tinggi karena melihat aku di depan laptop sampai larut malam dengan hanya ditemani secangkir kopi . Maksudnya sih baik.. mengingatkanku bahwa kata dokter, manusia butuh waktu 6-8 jam untuk tidur normal setiap harinya. Tepat di saat yang "genting" itu, di TV muncul tayangan infotainment yang menampilkan wawancara eksklusif dengan MBAH SURIP. Kebetulan saat itu mbah Surip ditanya "Apa resep Mbah Surip untuk menjaga kesehatan?". Dan jawabnya sungguh diluar dugaan. Resep menjaga kesehatan mbah Surip adalah "Kurangi Tidur dan Perbanyak Minum Kopi.."

Hahahaha... aku pun tertawa ngakak ala mbah Surip. Dan langsung aku bilang sama isteriku "Denger tuh resep sehat ala Mbah Surip.. Kurangi Tidur, dan Perbanyak Minum Kopi..". Mendengar itu, isteriku pun ngacir ke tempat tidurnya dan tidak lagi ngomel-ngomel kepadaku. Mungkin dalam hati dia marah-marah sama mbah surip yang telah menjadi "pembela" ku. Thanks mbah Surip, saat itu engkau menjadi penyelamatku.

By the way, isteriku (dan aku) memang termasuk pecinta berat dengan lagu-lagu eyang yang satu itu. Kita juga termasuk pengagum beberapa filosofi hidup dari mbah surip yang melihat betapa sederhana-nya hidup ini. Jadi ketika "tips menjaga kesehatan" itu diluncurkan mbah Surip, isterikupun tidak banyak membantahnya. Meski aku tahu hatinya sedikit mendongkol karena merasa ada yang mbela-in aku.

Dan ketika hari ini berita mengejutkan itu kami dengar di TV, bahwa Eyang Fenomenal itu "tiba-tiba" pergi menghadap sang Khalik, isterikupun tertegun. Entah apa yang dipikirkan. Mungkin saja dalam hatinya ia bilang "Tuh pa.. Mulai sekarang papa harus perbanyak jam tidur dan kurangi minum kopi.."

Terima kasih isteriku.. aku tahu maksudmu.. :-)
Dan Selamat Jalan Mbah Surip... Bagaimanapun engkau pernah menolong aku..
Terakhir buat programmer dan facebooker Indonesia : kalau lebur harap ingat waktu.. dan tetap jaga kesehatan... peace

Thursday, July 16, 2009

Putri Kodok dan Sang Facebooker

Pagi hari yang cerah. Terlihat seorang laki-laki sedang berjalan di tepi sungai. Tiba-tiba ia dikejutkan oleh seekor katak yang melompat menghadang perjalanannya. Dan lebih aneh lagi, katak itu bisa bersuara, "Mas.. Bawalah aku pulang." Laki-laki tadi berhenti. Dengan terheran-heran, Ia mengambil katak tersebut dan membawanya pulang ke rumah.

Sesaat sesampainya di rumah, sang katak berkata, "Mas, jika Anda mencium saya, saya akan menjelma menjadi putri cantik.." Laki-laki itu pun mengeluarkan si kodok, tersenyum padanya tanpa mengeluarkan sepatah katapun.

Sesaat kemudian kodok itu pun kembali berkata, "Jika Anda mencium saya dan saya kembali menjadi seorang putri, saya akan menjadi teman kencan Anda selama seminggu penuh." Lagi-lagi ia melihat si kodok, namun ia hanya tersenyum simpul.

Dan sekali lagi si kodok merayu, "Baiklah, baiklah. Ciumlah saya, dan saya akan menemani Anda selama setahun dan akan melakukan apapun yang Anda minta." Ketika ternyata si laki-laki hanya melakukan hal yang sama, si kodok menjadi sewot, "Hey Mas, Anda ini punya kelainan, ya? Kan saya sudah bilang saya ini sebenarnya seorang putri cantik dan saya akan melakukan segala keinginanmu."

Akhirnya si laki-laki itu menjawab, "Kodok, saya ini seorang facebooker yang sibuk. Hari-hari saya sibuk dengan online di depan komputer.. Nggak ada waktu buat kamu. Kamu saya ajak pulang ini, supaya tetep jadi kodok dan suaramu bisa menemani saya untuk nge-net .. Maafkan aku ya....". Dan putri kodok itu hanya bisa menyeringai.

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *

Yup... mungkin itu adalah sebagian dari "realita" kehidupan seorang facebooker sejati. Nge-time di depan komputer, dan kalau sudah begitu bisa lupa makan, lupa minum dan bahkan lupa keluarga... Ketika otak telah terseret dengan aktivitas di dunia maya, saat itu juga sang facebooker seakan berada di alam bawah sadar. Di situ ia merasakan "kenyamanan" dan "kepuasan batin" yang sulit diukur. Dan kepuasan itu adalah gajah yang berada di pelupuk mata, yang menghalangi pandangannya dari realitas-realitas kehidupan yang lain.

Istri yang memanggil makan, dianggapnya sebagai sebuah virus yang harus segera di scan dan “Heal ! Jangan ganggu saya !!! ”. Anak yang datang hanya sekedar ingin meminta perhatian dari sang ayah, buru-buru di helanya. "Sana main dulu, papa sedang sibuk.. ", katanya.. Hanya saja, ketika tiba-tiba mak “pet...” Lampu PLN mati. Barulah sang facebooker tersentak dan kembali mendarat di alam atas sadarnya. Dan saat itu, ia mendekati istrinya dan berkata “Maafkan Papa ya, Mi.... Makan yuuk !!”.

Terkadang saya begitu... hehehe..
Bagaimana dengan Anda?