Saturday, May 21, 2011

Pengenalan Multimedia Digital

Multi “media” berarti suatu media yang berisikanx gabungan dari banyak media lainnya. Multimedia merupakan gabungan dari suara atau audio dan gambar atau video beserta teknologi sebagai tool yang menciptakan keselarasan antara gambar dan suara tersebut. Dari hasil pengolahan berbagai media tersebut bisa dinikmati oleh mata yang melihat gambar, telinga yang mendengarkan suara dan pikiran yang menangkap gerakan.

Multimedia pada awalnya mengacu pada pertunjukan film atau slide dengan gambar bergerak. Gambar dalam produk multimedia ialah teks, grafik, foto, animasi dan video, sedangkan suara bisa berupa bunyi, musik atau bentuk percakapan lainnya. Gambar dan suara itulah yang dikatakan sebagai elemen multimedia. Selanjutnya dengan berkembangnya komputer sebagai media interaktif untuk berinteraksi dengan pengguna, menjadi satu tambahan lagi bagi elemen multimedia.


Untuk membaca selengkapnya dan mendownload materi kuliah bisa klik disini...

Materi Kuliah Pemrograman Basis Data

Silakan download materi kuliah Pemrograman Basis Data dengan mengeklik link berikut ini. Materi yang sudah saya masukkan antara lain adalah

Pertemuan 1 (Konsep Basis Data),
Pertemuan 2 (Model Data), plus Contoh ERD Lengkap,
Pertemuan 3 (Normalisasi Basis Data),
Pertemuan 4 (Asitektur Data dengan PowerBuilder),
Pertemuan 6 (Struktur Query language) plus Contoh-contoh SQL.
Pertemuan 10 : Contoh Koneksi C#-SQL plus contoh project pertama.

Materi pertemuan selanjutnya segera kami susulkan.

Saturday, August 07, 2010

Antara Deteksi versus Prediksi

Ujian proposal Tesis telah dilakukan.. dan bersyukur karena topik yang saya ajukan disetujui sama 3 dewan penguji. Tetapi atas saran penguji, saya diminta untuk mengganti keyword dalam judul tesis tersebut dari kata "Deteksi" menjadi "Prediksi". Awalnya saya membuat judul "Kolaborasi Analisis Bayesian dan Transformasi Wavelet untuk Sistem Deteksi Dini Serangan Hama Tanaman Padi Berbasis Auto SMS". Dan akhirnya judul tersebut berubah menjadi "Kolaborasi Analisis Bayesian dan Transformasi Wavelet untuk Prediksi Serangan Hama Tanaman Padi Berbasis Auto SMS".

"Hati-hati menggunakan kata 'Deteksi'.." demikian kata Dr. Agus Harjoko, salah seorang penguji. Output deteksi adalah sesuatu yang sudah bernilai ya atau tidak, benar atau salah, bukan "mendekati benar" atau "mendekati salah". Sebagai contoh, jika kita diminta mendeteksi apakah di dalam tanah (yang sedianya akan dibuat sumur) ada sumber airnya atau tidak, maka output dari deteksi tersebut haruslah sudah mengatakan "ya" (di dalam tanah tersebut pasti ada airnya), atau "tidak" (di dalam tanah tersebut tidak ada mata airnya). Jadi bukan kira-kira, dan hasilnya pasti benar. Deteksi di dasarkan atas gejala-gejala atau kondisi-kondisi yang mengarah pada jawaban akan sesuatu yang dideteksi tersebut.

Sedangkan prediksi, adalah sesuatu yang belum tentu benar. Bisa saja hasil dari prediksi itu 100% benar, mendekati benar, atau bahkan sama sekali salah. Sebagai contoh jika kita diminta untuk memprediksi apakah si Budi besuk lulus ujian atau tidak, bisa saja hasil prediksi kita itu salah. Hal itu dikarenakan kita memprediksi berdasarkan variabel-variabel prediksi yang bebas dan belum merupakan "gejala" dari case yang diinginkan. Seperti misalnya apakah si Budi rajin belajar, rajin mengerjakan tugas, dan lain sebagainya. Jika Budi Rajin belajar, maka diprediksikan bahwa Budi akan lulus ujian. Tetapi hal itu bisa saja salah, karena banyak hal yang bisa mempengaruhi hasil ujian tersebut.

Jadi intinya, deteksi harus sampai pada tahapan bahwa outputnya adalah benar. Sedangkan prediksi bisa saja salah. Prediksi biasanya hanya memperhitungkan pengalaman dari kejadian-kejadian sebelumya yang dalam istilah ilmiahnya adalah "berdasarkan data historis-time series".

Beberapa rujukan juga ada yang mengatakan bahwa prediksi semestinya adalah pra-deteksi. Sebagai contoh, berdasarkan data historis, jika ada orang yang merokok, bekerja di tempat berdebu, sering menghirup udara kotor (polusi) dan lain sebagainya, maka orang tersebut diprediksi akan mengidap penyakit paru-paru kronis pada usia 50 tahun. Tentu saja hal tersebut bisa benar atau salah. Dan hal tersebut bisa diketahui benar atau salahnya, jika sudah dilakukan deteksi terhadap penyakit paru-paru yang diprediksi tersebut. Nah, deteksi tentu dilakukan sampai pada tahap dimana orang tersebut diketahui benar-benar mengidap penyakit jantung atau tidak.

So, mudah-mudahan tulisan kecil ini bermanfaat :-)