Showing posts with label MyActivity. Show all posts
Showing posts with label MyActivity. Show all posts

Sunday, April 24, 2016

[News] Beberapa Penelitian Terbaru di RIS UKSW

Sejak pertama kali dilaunching pada tanggal 1 Februari 2012 yang lalu, Sistem Informasi Penelitian Universitas Kristen Satya Wacana atau yang dikenal dengan nama RIS (Riset (Ralat : Research - Red) Information System) UKSW, telah berhasil menggugah semangat dosen-dosen Satya Wacana untuk berpacu dalam melakukan publikasi ilmiah.

Ralat dari Pak Adi.. :-) 
Apalagi RIS di bundel dengan paket "Insentif Penelitian" nampaknya cukup memiliki daya tarik lebih bagi dosen untuk terus berkarya. Sampai artikel ini ditulis, RIS sudah menerima input artikel dari dosen sebanyak 298 publikasi ilmiah yang berupa 108 artikel Jurnal, 133 Proceeding, 44 Buku dan 13 Artikel baik dari Koran, Tabloid atau Majalah Ilmiah lainnya.

Berikut adalah beberapa penelitian dan publikasi terbaru :

5 JURNAL TERBARU :
(1) Rancang Bangun Sistem “Permadi” : Peringatan Dini Serangan Hama Tanaman Padi Berbasis Data Historis Klimatologi, Jurnal Sistem Komputer Universitas Diponegoro, Penulis : Teguh Wahyono. detail
(2) Sistem Pendeteksi Senyum berdasarkan Metode Edge Detection, Histogram Equalization dan Nearest Neighbor, Jurnal Teknik Elektro UKSW, Penulis : Ivanna Kristianti Timotius. detail
(3) Integrasi Data Spasial Menggunakan Teknologi Java RESTful Web Service (JAX-RS) Untuk Pengembangan Aplikasi Sistem Informasi Geografis Dengan Sistem Basis Data Majemuk, penulis : Adi Nugroho, detail.
(4) Integrasi Lembaga-lembaga Riset di Indonesia Menggunakan Teknologi Web Service dan SOA (Service Oriented Architecture), penulis : Adi Nugroho
(5) MENYAMA BRAYA: A Local Yet Universal Value, Jurnal Internasional Pesantren, penulis : David Samiyono

5 PROCEEDING TERBARU :
(1) Pengembangan Virtual Market Untuk Memperluas Pasar Hasil Pertanian di Indonesia (Studi Kasus: Gabungan Kelompok Tani Padi di Kabupaten Demak), Penulis : Wiwin Sulistyo
(2) Perancangan dan dan Implementasi Aplikasi Transfer File Point to MultiPoint Pada Jaringan Komputer, Penulis : Wiwin Sulistyo
(3) Pemodelan Kesesuaian Dokumen Sekuriti Manajemen Aset Teknologi Informasi menggunakan Algoritma Extended Weighted-Tree Similarity, Penulis : Wiwin Sulistyo
(4) Perancangan dan Implementasi Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Konsentrasi Studi dengan Teorema Dempster-Shafer, penulis : Andeka Rocky Tanaamah
(5) Penerapan dan Perbandingan Metode Average Filter dan Metode Median Filter untuk Mengurangi Noise Pada Citra Digital, penulis : Wiwin Sulistyo

Salam,
Admin

Sunday, May 02, 2010

Workshop Akuntansi 2010

News : 31 April 2010

Kelompok Studi Akuntansi dan Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) akan menyelenggarakan Workshop Akuntansi 2010 dengan tema “Pengembangan Aplikasi Sistem Informasi Akuntansi” pada Sabtu, 8 Mei 2010 di Laboratorium Multimedia Gedung Perpustakaan Universitas lantai 4 mulai pukul 08.00-18.00.



Pembicara dalam workshop adalah Teguh Wahyono, S.Kom; seorang akademisi dan praktisi dibidang komputer dan juga Staf Pengajar di program studi Teknik Informatika Program Profesional UKSW. Pembicara juga telah menulis beberapa buku tentang pengembangan sistem akuntansi antara lain adalah "Membuat Sendiri program Akuntansi, diterbitkan Elexmedia", dan "Sistem Informasi Akuntansi, diterbitkan oleh Penerbit Andi". Peserta workshop adalah mahasiswa FEB programstudi Akuntansi UKSW yang sudah mengambil mata kuliah Sistem Informasi Akuntansi. Terbatas untuk 40 orang pendaftar.


Bagi mahasiswa FEB dapat mendaftarkan diri di Selasar Perpustakaan Universitas dengan kontribusi Rp. 23.000. Fasilitas: workshop kit, makan siang, snack, sertifikat dan doorprize. Informasi selengkapnya dapat menghubungi Neogo Dwianka .I. (08572738118).

Sumber berita : Humas UKSW
(www.uksw.edu)

Sunday, March 22, 2009

My First Rafting : Amazing Experience

Jumat, 20 Maret 2009. Hari itu, cuaca yang biasanya mendung nampak cerah, secerah wajah-wajah kami ber-enam. Ya.. hari itu kami (Pak Ardian, Mas Rudi, Beni, Maya, Pak Henry dan saya) akan memulai sebuah petualangan mendebarkan yang disebut dengan "Rafting".

Bagi saya, itu adalah pengalaman perdana. Dan nampaknya bagi kami berenam, hanya Pak Rudi yang sudah melakukan sebelumnya. Dengan semangat 45, kami menuju Sungai Elo, sebuah sungai yang terletak di kawasan Kabupaten Magelang dekat dengan Candi Mendut dan Candi Borobudur. Perjalanan ke sungai ini kami tempuh dari sekitar 30 menit (start dari UGM Jogjakarta). Tepat pukul 13.00 kami sampai di lokasi. Setelah ganti baju, pakai pelampung, foto-foto sejenak dan mendapat sedikit breefing dari team Yogya Adventure, kami segera memulai petualangan.

Tidak jauh dari start poin (kurang lebih 20 meter), kami langsung dihadapkan dengan jeram pertama. Waahhh.. gila.. benar-benar memacu adrenalin. Jeram sungai menggulung-gulung perahu kita, mengombang-ambingkan dengan kasar kesana kemari. Untunglah Pak Barry (kalau nggak salah neh..) yang mendampingi kita cukup sigap mengatasi segala bentuk goncangan sang jeram. Dan ternyata teori tentang adrenalin benar bahwa “sekali melewati titik ketakutan dalam dirimu, pasti akan ketagihan untuk mencobanya lagi”.

Setelah itu air cukup tenang membawa perahu karet yang kita pakai. Dan kalau air tenang, celakanya kita yang gak tenang.. Karena harus mendayung sekuat tenaga agar perahu kita jalan dengan lebih cepat. Pak Ardy yang terlihat paling bersemangat ketika mendayung, karena dia mengidentikkan dayungannya dengan angkat barbel ketika dia fitness.. Sama-sama membentuk bisep dan trisep, hehehe.. Lain lagi Beni.. Pemuda yang satu ini mendayung terus tanpa henti... Tapi ya itu, mendayungnya dengan lemah lembut.. Air di sungaipun tidak ber-riak oleh dayungannya.. (just kidding friend.. hehehe).

Sungai Elo memiliki jarak sepanjang 12 km dengan lama pengarungan lebih kurang 2,5 - 3 jam. Sepanjang sungai, kami bisa melihat pemandangan yang begitu indah. Kami berada di tengah-tengah sungai, dimana kanan kiri kami adalah tebing-tebing menjulang dengan pohon-pohon besar dan rimbun. Sungguh kami bisa merasakan keagungan Illahi dalam kondisi seperti ini. Entah berapa kali kami bertemu dengan para pemancing dan penjala ikan.. Sesekali, Maya (satu-satunya cewek di team kami), tak kuasa menahan tawanya melihat adegan "kolor ijo" di beberapa titik sungai. Pak Rudi dan Pak Henrypun tersenyum=senyum ketika berpapasan dengan ibu-ibu yang sedang mandi di Sungai.. Entah apa arti senyum itu (hahahaha...).

Menurut pak Barry, sungai Elo ini masuk kategori kelas III untuk Rafting. Cocok untuk kita-kita yang masih pemula, karena tingkat bahayanya yang masih tergolong rendah. Tetapi meskipun begitu, adrenalin kita cukup terpompa dengan kondisi yang ada. Apalagi pada satu kesempatan, pak Barry membuat kami berlima tercebur di kedalaman sungai dengan permainannya.

Dengan satu teknik pendayungan tingkat tinggi, Pak Barry membuat perahu kami terbalik. Wow.. kami panik bukan kepalang. Terutama aku. Karena aku termasuk pe-rafting yang nggak bisa renang.. Diantara kami memang hanya Pak Ardi, Maya dan pak Henry yang bisa renang. Sedang aku, pak Rudy dan Beny hanya bisa renang gaya batu. Ketika perahu di balik, aku tercebur ke kedalaman sungai. Bukan hanya itu.. Badan perahu karet itu menimpa tepat di atas kepalaku. Sontak aku panik bukan main. Tetapi aku segera ingat pepatah "Jika kamu panik, paniklah dengan tenang".. Untunglah, meski aku berada di bawah telungkupan perahu karet yang terbalik, tetapi perahu itu masih menyisakan rongga tempat untuk bernapas. Dan tak berapa lama, pak Barry segera mengembalikan perahu pada posisi semula.

to be continued...

Friday, December 12, 2008

Rafting.. Oh Rafting

Rafting is a human activity capable of achieving a result requiring physical skill using paddle power in soft and hard crafts and conducted on running rivers which, by its nature and organization, is competitive and is generally accepted as being a sport" - Amphibia.com


Lihat video Raftingnya Pak Rudi dari ITATS, jadi tertarik nih untuk ikut nyoba.. Bahkan beberapa teman kuliah di Pasca Sarjana Ilmu Komputer UGM pun sepakat untuk nyoba Rafting di Magelang. Tapi ntar kalau sudah pada lulus ujian PRA S2-nya.. hehehe..

Bersiaplah memicu adrenalin Anda dengan petualangan penuh tantangan... Kegiatan yang memadukan unsur olah raga, rekreasi, petualangan dan edukasi ini kian digemari. Dikenal di Indonesia sejak pertengahan dekade 70-an, tepatnya tahun 1975 saat digelar Citarum Rally, dan berkembang pesat pada dekade 90-an. Saat ini arung jeram telah berkembang menjadi atraksi wisata andalan sebagai rekreasi alternatif untuk keluarga.

Rafting adalah olah raga yang menggunakan perahu karet untuk menempuh sungai berarus deras. Olah raga ini diakui memang memiliki tingkat kesukaran tinggi, namun bahaya bisa dihindari bila para pelakunya mematuhi prosedur keamanan yang telah ditetapkan

Tidak hanya itu, arung jeram juga bisa melatih kita untuk bisa mematuhi perintah 'atasan'. Yang dimaksud disini adalah pemimpin dalam sebuah perahu karet yang biasa disebut pengendali, yang berperan sebagai komandan sekaligus penentu nasib para awaknya. Tanggung jawabnya tidak main-main, ia memegang tanggung jawab penuh untuk memerintah para awaknya.


Tak ada persyaratan khusus untuk mengikuti kegiatan ini, karena hampir semua orang dapat mencobanya. Mulai dari anak-anak, remaja sampai dewasa, bahkan orang tua yang berumur 60 tahun pun dapat mengikuti kegiatan arung jeram. Tidak memiliki kemampuan berenang pun bukan menjadi hambatan untuk mengikuti kegiatan ini. Tentunya dengan dipandu oleh pemandu yang berpengalaman.

Mengutip Kapanlagi.Com, berikut adalah hal-hal yang harus diperhatikan saat ber-rafting ria :


Pilihlah tempat dan perusahaan yang menawarkan jasa arung jeram yang sudah memiliki reputasi -- Perusahaan yang berkualitas biasanya memiliki pemimpin alias pengendali yang kompeten di tempat-tempat yang telah dipilih.


Jangan lupakan kelengkapan peralatan -- Salah satu benda yang bisa menyelamatkan nyawa seseorang yang sedang berarung jeram adalah tali pengikat dan rompi penyelamat. Yang pertama adalah untuk mengaitkan kaki Anda (sekaligus mencegah diri sendiri terlempar ke dalam air), sementara yang kedua berfungsi sebagai pelampung dan penyelamat utama saat seseorang terlempar ke dalam air.


Bagi Anda yang masih pemula (bahkan yang ahli sekalipun), dianjurkan supaya berarung jeram dengan beberapa rombongan secara berbarengan. Hal ini akan memudahkan penyelamatan kalau-kalau ada peserta yang terlempar ke dalam air.


Langkah terakhir adalah memilih sungai yang akan ditempuh -- Dengan derajat kesukaran II sampai V, jangan pernah memilih yang terakhir kalau Anda adalah seorang pemula, karena kemungkinan besar akan kapok dan tidak ingin berarung jeram lagi. Lakukan tahap demi tahap, supaya Anda bisa tahu tips-tips dan hal apa saja yang harus dilakukan bila ada kejadian tak terduga.


Namun meski anda telah mempersiapkan fisik, mental dan segala peralatan yang dibutuhkan .. anda tidak boleh melupakan satu hal yang paling penting : Jangan pernah meremehkan kondisi alam. Tak peduli betapa hebatnya seseorang, ia tidak akan bisa melawan kekuatan alam.

Di sanana Rafting Magelang, ada paket kegiatan arung jeram utama dengan lama kegiatan 1 hari pada saat weekend maupun weekday dengan pilihan waktu kegiatan yang dapat kita tentukan sendiri, karena kegiatan wisata arung jeram pada regular trip dapat dilakukan sepanjang tahun. Sementara Adventure Trip merupakan paket kegiatan arung jeram yang dikemas dengan nuansa kepetualangan yang kental, cocok bagi anda yang ingin mencoba sensasi yang berbeda dari kegiatan arung jeram, dengan waktu kegiatan 1 – 3 hari.

Wow... Siapa mau ikut?

Sunday, March 16, 2008

Mahasiswa Berprestasi

Akhir tahun 2007 lalu, empat kelompok mahasiswa dari progdi Teknik Informatika UKSW mengirimkan proposal Program Kreativitas Mahasiswa Dikti 2008. Proposal dari progdi TI tersebut dikirim bersama dengan 47 proposal lainnya dari seluruh progdi di UKSW.

Alhasil, akhir bulan Februari 2008 kemarin diumumkan bahwa dua dari empat proposal tersebut ternyata lolos diterima. Lumayan... 6 juta untuk tiap proposal. Total yang diterima dari UKSW ada 14 kelompok.
Posted by Picasa

Monday, May 30, 2005

Menulis Buku itu "Mudah dan Menguntungkan"

Arswendo Atmowiloto pernah mengatakan Mengarang Itu Gampang dalam sebuah bukunya. Seratus persen saya setuju dengan apa yang disampaikan Arswendo tersebut. Yang dalam konteks ini saya lebih suka mengatakan bahwa “menulis buku itu mudah”, dan tidak hanya itu, menulis itu juga “menguntungkan”. Berikut adalah beberapa argumen yang mendukung pernyataan tersebut.

Semua Hal Bisa Ditulis
Seringkali tidak terpikirkan bahwa sesuatu yang sebenarnya terlihat sepele, bisa saja ditulis menjadi sebuah buku yang menarik dan prospektif untuk dipasarkan. Saya teringat dengan isteri saya hobby masak. Seringkali dia bereksperimen membuat resep-resep baru yang tujuannya hanya satu, yaitu sekedar “hobby”. Menyenangkan suami dengan masakan-masakan yang enak, mungkin menjadi tujuan yang kesekian setelah tujuan hobby tersebut. Sedangkan bagi saya, meskipun cukup senang karena mendapatkan hasil eksperimen yang membuat lidah bergoyang, tetapi tak urung hobby isteri tersebut membuat dapur kami “ngebul” melampaui budget. Akhirnya saya ingat hobby saya menulis buku. Dan muncullah satu ide konyol yaitu membuat hobby yang membutuhkan banyak biaya itu mampu membiayai dirinya sendiri. Caranya? Kumpulkan saja resep-resep menarik dari isteri saya dan lakukan satu hal: jadikan mereka sebuah buku !! Dan ternyata berhasil. Hobby masaknya dapat terus dilakukan tanpa terhambat oleh minimnya budget dari saya. Tetapi ia telah berhasil membiayai sendiri hobby-nya itu. Dan kini bertambah satu lagi hobby isteri saya. Yaitu duduk di depan komputer dan membuat buku resep masakan.

Banyak hal yang bisa ditulis menjadi sebuah buku. Mulai dari hobby, pengalaman pribadi atau tentang ketrampilan dan keahlian yang dimilikinya. Maka jika Anda adalah orang yang menguasai satu bidang tertentu, menguasai profesi Anda, memiliki hobby yang menarik, memiliki kemampuan khusus yang layak jual, maka peluang menjadi penulis buku yang berhasil ada di tangan Anda.

Pekerjaan atau profesi Anda pun sangat layak untuk dibukukan karena sudah pasti ada peminatnya. Di Indonesia sudah banyak terdapat profesi yang berkembang dari waktu ke waktu. Tetapi buku-buku tentang profesi tersebut terhitung masih belum banyak. Beberapa profesional yang telah mencoba menguak tabir profesi yang mereka lakukan, seperti misalnya Ratih Sanggarwati yang menulis Kiat Menjadi Profesional (2003), Ida Kuraeny menulis buku tentang agen asuransi yang berjudul Membuat Impian menjadi Kenyataan (2003), Paulus Winarto yang seorang wartawan menulis How to Handle the Journalist (2004) dan lain sebagainya.

Atau meskipun tidak memiliki suatu keahlian khusus, tetapi jika Anda memiliki suatu pengalaman atau kisah hidup yang menarik, juga prospektif untuk dituliskan menjadi sebuah buku. Ambil contoh seperti kisah penyanderaan Ersa Siregar dan Ferry Santoro oleh GAM, atau penyanderaan Meutia Hafid dan Budianto oleh pejuang Irak, bisa ditulis menjadi sebuah buku yang menarik.

Walaupun banyak hal yang bisa ditulis menjadi sebuah buku, tetapi yang menjadi masalah adalah jarang orang yang mau (bukan “mampu”) memulai menindaklanjuti ide-ide prospektif yang sebenarnya mereka miliki untuk dituangkan menjadi sebuah tulisan. Atau mungkin ada yang ingin memulai menulis, tetapi dikalahkan terlebih dahulu dengan rasa ketakutan tentang banyak hal. Seperti misalnya apakah tema itu layak dibukukan? Bagaimana menggali bahannya? Bagaimana menyusun bahasa yang menarik? Bagaimana jika nanti kehabisan ide di tengah penulisan? Apakah nanti penerbit mau menerbitkan? Dan sebagainya. Akhirnya calon penulis tersebut “KO” sebelum bertanding.

Mulailah dengan Outline

Pelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar tentang “bagaimana kita memulai untuk mengarang?”, ternyata masih sangat relevan untuk diterapkan pada pertanyaan “bagaimana kita memulai untuk menulis buku?”. Jawaban pertanyaan itu adalah membuat kerangka karangan. Atau jika dalam konteks menulis buku, buatlah outline terlebih dahulu.
Outline berisikan butir-butir pemikiran, atau peta ide tentang jalan cerita dalam sebuah buku. Dalam membuatnya mungkin tidak harus sekali jadi. Karena ide-ide yang berserakan di dalam kepala kita, terkadang selalu berkembang dalam menyusun gagasan yang akan dituangkan.
Membuat coretan-coretan dengan pensil di atas kertas, menjadi salah satu solusi terbaik dalam upaya membuat outline tersebut. Ide yang menarik, bisa saja muncul dengan tiba-tiba ketika kita sedang sibuk melakukan aktivitas kita. Dan jika kita tidak mendokumentasikan ide tersebut secara langsung, bisa saja ide itu lenyap dengan tiba-tiba dari ingatan kita. Saya jadi ingat salah satu dosen saya sewaktu masih kuliah, Pak Budi Sutejo Dharma Oetomo yang juga salah satu penulis produktif di Yogyakarta, yang mengajarkan saya untuk membawa pensil dan seberkas kertas buram yang telah di streples ke mana-mana untuk mengantisipasi ide-ide brillian yang terkadang muncul secara tidak terduga waktu dan tempatnya. Ketika ide itu muncul, lakukan kristalisasi ide tersebut melalui proses membayangkan, mengingat-ingat, terus bertanya tentang “what and how”, dan tuangkan apapun yang anda pikirkan tentang ide tersebut dalam lembar-lembar kertas. Tulisan bisa saja dalam kalimat-kalimat pendek, belum tertata, tetapi gagasan mendasar sudah diperoleh.

Jika tidak bisa langsung dilakukan saat itu, maka di lain kesempatan Anda bisa lebih memfokuskan perhatian pada coretan-coretan itu. Lakukan analisis dan upayakan penulisan secara terstruktur dan rapi, mulai membentuk sebuah alur cerita dari bab ke bab atau dari bagian ke bagian, cari benang merah diantara gagasan-gagasan tersebut. Hasil dari tulisan yang lebih terstruktur itulah yang disebut dengan outline. Jangan lupa menentukan judul yang tepat setelah outline selesai tersusun.

Eksplorasi Bahan Penulisan

Outline yang baik, harus bisa membimbing Anda menjabarkan pikiran-pikiran Anda dan mudah untuk dikembangkan menjadi karangan yang lengkap. Outline juga sebaiknya mampu menggambarkan apa permasalahan utama yang sedang di bahas, bagaimana pendekatannya, bagaimana menganalisa dan langkah apa yang dilakukan dalam melakukan solusi pemecahan masalah.

Setelah menyusun outline, langkah selanjutnya adalah mengembangkan butir-butir pemikiran yang sudah tertuang dalam outline tersebut. Ada banyak tindakan yang bisa dilakukan untuk mengeksplorasi bahan penulisan dalam mengembangkan outline. Seperti misalnya mencari referensi dengan artikel atau buku lain dan melakukan wawancara dengan nara sumber.
Teknik Penulisan

Beberapa penerbit tidak mewajibkan penulisnya mengetik menggunakan aplikasi komputer seperti MS Word atau Open Office, misalnya. Asalkan naskahnya prospektif dari berbagai sudut pandang untuk diterbitkan, penulisan yang dilakukan dengan tangan-pun bisa diterima untuk diterbitkan. Tetapi seiring perkembangan teknologi, penulisan menggunakan aplikasi komputer tersebut juga merupakan faktor penting untuk pertimbangan diterimanya sebuah naskah buku. Hal itu cukup penting karena akan memudahkan penerbit dalam melakukan editorial dan setting layout buku yang akan diterbitkan.

Untuk penulisan menggunakan aplikasi komputer, beberapa penerbit besar biasanya menyediakan template penulisan yang dapat di download dari situsnya (misalnya Elexmedia dengan http://www.elexmedia.co.id/ atau Penerbit Andi dengan http://www.andipublisher.com/ ). Dengan tersedianya template, Anda tidak perlu susah-susah melakukan layout page, memilih jenis dan model tulisan, memilih font heading, bentuk penulisan tabel dan gambar dan lain sebagainya, karena itu semua sudah diatur pada template yang disediakan.

Dari sisi content penulisan, naskah yang hendak diterbitkan hendaknya meliputi hal-hal seperti Pengantar, Daftar Isi, Sinopsis/ringkasan/abstrak tentang Penulis, isi per bab secara urut dan lengkap, Daftar Pustaka dan bila ada: lampiran, tabel, listing program, Indeks, atau jika perlu sambutan tokoh terkemuka yang berkaitan dengan naskah yang ditulis yang bila ada akan menambah nilai pasar.

Akhiri Dengan Indah

Banyak manfaat yang bisa diperoleh dari menulis buku. Yang pertama, tentunya adalah manfaat ekonomis dengan adanya royalti. Royalti adalah hak memperoleh keuntungan hasil dari penjualan buku bagi penulis. Pada umumnya, penerbit memberikan royalti sebesar 10% dari hasil penjualan buku yang telah terbayar selama periode tertentu.
Perhatikan contoh perhitungan royalti berikut ini. Sebuah buku diterbitkan dengan harga buku = Rp. 25.000,-, dicetak dengan oplah 5.000 eks. Jika sampai pada bulan Juni 2005 buku tersebut terjual 2000 eksemplar, maka pada awal bulan Juli, penulis akan menerima royalti sebesar Rp. 5.000.000,- dikurangi PPN 10% (Rp. 500.000,-) menjadi Rp. 4.500.000,-. Lumayan bukan ?

Keuntungan lain yang diberikan penerbit yaitu bila pengarang membeli hasil karyanya sendiri akan diberi discount (pembelian langsung ke penerbit). Discount untuk pengarang 20%, minimum 10 eks. Kemudia juga pada saat buku terbit, pengarang mendapat lima buku sebagai bukti penerbitan. Belum lagi keuntungan non profit yang diperoleh. Seorang Dosen misalnya, sangat membutuhkan karya penulisan yang berupa buku, untuk digunakan pada proses kenaikan Jabatan Fungsional. Kredit point yang diberikan untuk penulisan buku sangat tinggi, melebihi point-point yang lainnya.

Anda tahu Dr. Richardus Indrajit, seorang pakar e-government. Gelar non formal yang diperoleh dan diakui masyarakat sebagai pakar e-government tersebut diperolehnya setelah dia menulis tentang e-Government di salah satu penerbit di Yogyakarta. Sejak itu undangan ceramah dan seminar sering diterimanya baik dari kalangan akademisi maupun pemerintah untuk berbicara tentang salah satu implementasi teknologi informasi tersebut mengalir dari waktu ke waktu. Atau Pak Abul Kadir? Dalam satu kesempatan yang disampaikan, dia sempat mengaku dapat menempuh studi Doktoral di luar negeri, salah satunya adalah karena royalti dari penulisan buku-bukunya. Dr. Onno Purbo, apalagi. Pakar Internet yang juga penasehat ahli dari Pointer, tokoh yang rela meninggalkan jabatan PNS di ITB untuk mengembangkan sendiri profesionalitasnya, jga mengaku mendapat hikmah yang luar biasa dari menulis buku. Saya? Meski saya bukan apa-apa, tetapi utang-utang saya, cicilan kendaraan saya, bisa lunas juga salah satunya karena buku.

Terima kasih, buku :-)